Ekstensi Chrome · Instagram · TikTok

Input KOL dan rekap post, tanpa ketik manual.

Buka profilnya, panel muncul, angkanya terhitung — followers, ER, median, sampai rincian tiap post. Satu klik Kirim ke Sheets, semuanya masuk spreadsheet-mu jadi baris rapi. Tidak ada lagi salin-tempel angka satu per satu.

Tanpa login akun, tanpa scraping massal — hanya membaca data yang halaman itu minta sendiri.

Kenapa KOL List

Rekap 40 KOL bukan lagi kerjaan sehari.

Yang selama ini dikerjakan tangan — buka profil, catat, hitung, ketik ke sheet, ulangi — sekarang dikerjakan ekstensi. Kamu tinggal membuka profilnya.

Cara lama, per satu KOL

  • Buka profil, catat followers dari layar — yang tampil sudah dibulatkan
  • Buka 12 post satu per satu, catat likes, comments, views, shares
  • Hitung engagement rate di kalkulator
  • Ketik semuanya ke spreadsheet, baris demi baris
  • Ulangi dari awal untuk KOL berikutnya — dan berikutnya

Dengan KOL List

  • Buka profilnya — panel muncul, semua angka terhitung sendiri
  • Klik Kirim ke Sheets — baris akun plus rekap tiap post masuk sekaligus
  • Angka diambil dari data asli halaman, bukan tampilan yang dibulatkan
  • Kirim ulang tidak menggandakan baris — data lama diperbarui
  • Rate card, kontak, dan catatan yang kamu isi tangan tidak pernah ditimpa
Kenapa median

Rata-rata gampang dibohongi satu video viral.

Kasus nyata dari akun TikTok 1.406 followers yang punya satu video 6,2 juta views. Kedua angka di bawah dihitung dari 12 post yang sama.

Rata-rata

66.902 likes
ER 4.775,77%

Benar secara aritmetika, dan tidak berarti apa-apa. Satu post viral menyeret sebelas post lainnya ikut kelihatan besar — padahal brand membayar untuk post biasa, bukan keajaiban sekali lewat.

Median

64 likes
ER 4,77%

Inilah performa post yang biasanya. KOL List otomatis memperingatkan saat post tertinggi ≥ 5× median — lengkap dengan rasionya — dan menunjuk ke tombol Median.

Mengikuti konvensi agency: 12 post terakhir, post pinned dikecualikan. Likes yang disembunyikan pemiliknya diabaikan, bukan dihitung nol — karena nol palsu ikut menyeret rata-rata ke angka yang salah.

Cara kerja

Tiga langkah, tanpa satu pun request buatan.

KOL List tidak menyamar jadi bot dan tidak meminta password. Ia hanya ikut membaca respons yang memang diminta halaman itu sendiri.

01

Buka profil KOL-nya

Instagram atau TikTok — di Chrome, seperti biasa. Tidak perlu login akun khusus atau API key.

02

Panel muncul, angka terhitung

Ekstensi membaca payload yang halaman itu minta sendiri, lalu menghitung ER, median, irama posting, dan rincian per post. Sesi dan cookie tetap milik halaman — tidak ada pola request aneh.

03

Kirim ke Sheets

Satu tombol mengirim baris siap pakai ke spreadsheet KOL Manager milikmu, lengkap dengan Niche dan Campaign. Kirim ulang tidak menggandakan baris.

Fitur

Yang dihitung untukmu, sebelum nego harga.

Setiap angka di bawah ini dirancang untuk satu hal: menjawab pertanyaan brand sebelum brand sempat bertanya.

ER & ER by views

Interaksi dibagi followers — atau dibagi views untuk TikTok, tempat jangkauan tidak dibatasi followers. Nilai kosong diabaikan, bukan dihitung nol.

ER = interaksi / followers × 100

Peringatan outlier otomatis

Saat post tertinggi ≥ 5× median, panel menampilkan peringatan berikut rasionya dan menyarankan pindah ke Median. Kamu tidak perlu curiga sendiri.

Post tertinggi 96× median → pakai Median

Irama posting

Dihitung dari selang antar post, bukan jumlah dibagi rentang. Akun yang posting sekali dua bulan terlihat berbeda dari yang tiap hari — dan itu menentukan harga.

0,5 post/minggu · 9 post dalam 3,68 bulan

Saringan organik / berbayar

Pertanyaan pertama tiap brand: "kalau bukan karena dibayar, seramai apa?" Begitu ada post berbayar di sampel, saringannya muncul sendiri.

Semua 5,27% · Organik 2,65% · Berbayar 10,50%

Badge ER di tiap thumbnail

Langsung di grid profil: hijau kalau ≥ 2× median, redup kalau di bawah setengahnya, tanda $ untuk post berbayar. Post mana yang bagus terlihat tanpa dibuka satu per satu.

Nol request tambahan — murni dari data yang sudah terkumpul

Riwayat followers

Satu angka per akun per hari, disimpan di perangkatmu sendiri — sampai 60 hari untuk 400 akun. Tidak dikirim ke mana pun.

▲ +1.2K followers dalam 7 hari
Platform

Instagram dan TikTok, dipetakan sampai ke datanya.

Dua platform tempat campaign KOL Indonesia benar-benar berjalan — dipetakan dengan memeriksa payload aslinya langsung di halaman, bukan dari dokumentasi.

PlatformYang didapatKeandalan
Instagram Followers, likes, comments, views, saves, penanda paid partnership tinggi
TikTok Followers, likes, comments, views, shares, saves tinggi

Angka diambil dari data asli halaman, bukan tampilan yang sudah dibulatkan — "74.2K" di layar tercatat sebagai 74.258. Post Instagram yang jumlah like-nya disembunyikan pemiliknya pun tetap terbaca angka aslinya. Untuk TikTok tersedia ER by views, karena jangkauan video tidak dibatasi followers. Platform lain menyusul setelah dua ini benar-benar matang.

Dari panel ke laporan

Berakhir di spreadsheet-mu, bukan di server kami.

KOL Manager adalah pasangannya: Google Sheets + Apps Script yang kamu pasang di Drive sendiri. Data KOL, campaign, kalender post, dan dashboard — semuanya milikmu.

  • Dashboard per campaign

    Budget, terpakai, sisa, % target views, CPV, CPE, ER aktual. Semuanya rumus — angkanya berubah begitu data masuk, tanpa tombol refresh yang bisa lupa ditekan.

  • Kalender post

    Rencana dan aktual sengaja satu baris, bukan dua tabel. Satu post punya biaya dan target saat direncanakan, lalu views dan likes setelah tayang — tanpa pekerjaan menjodohkan.

  • Kolom milik manusia tidak pernah ditimpa

    Rate card, kontak, catatan, biaya — yang kamu isi tangan tetap utuh saat ekstensi mengirim data baru. Akun di-upsert, bukan digandakan.

  • Kosong berarti belum ada data, bukan nol

    CPV dan CPE dibiarkan kosong selama belum ada view. Nol di kolom biaya-per-hasil terbaca seperti "gratis" — dan itu jenis salah baca yang berakhir di slide klien.

FAQ

Yang sering ditanya.

Apakah saya perlu login atau memberikan akun media sosial?
Tidak. KOL List berjalan di browser-mu sendiri dan hanya membaca respons yang halaman itu minta sendiri saat kamu membukanya — plus payload yang sudah tertanam di HTML-nya. Sesi, cookie, dan tanda tangan request semuanya tetap milik halaman; tidak ada yang direkayasa ulang.
Data KOL yang terkumpul disimpan di mana?
Di dua tempat yang keduanya milikmu: riwayat followers di perangkatmu sendiri (maksimal 60 hari per akun, 400 akun), dan baris yang kamu kirim lewat tombol Kirim ke Sheets masuk ke spreadsheet Google milikmu. Tidak ada server meldza yang menyimpan data KOL-mu.
Platform apa saja yang didukung?
Saat ini Instagram dan TikTok — dua platform tempat sebagian besar campaign KOL berjalan, dan keduanya dipetakan dengan keandalan tinggi sampai ke rincian tiap post. Platform lain menyusul setelah dua ini benar-benar matang.
Bagaimana kalau Instagram atau TikTok mengubah struktur datanya?
Parser-nya sengaja tidak mengunci diri ke path tertentu. Ia menelusuri seluruh objek JSON dan mengenali apa pun yang berbentuk profil atau post. Saat platform memindahkan datanya — dan itu terjadi beberapa kali setahun — parser ini biasanya masih jalan tanpa diubah. Di belakangnya ada hampir 200 tes otomatis, termasuk untuk bentuk payload lama dan baru yang masih sama-sama beredar.
Apa bedanya dengan tool KOL analytics berlangganan?
Tool berlangganan menyimpan datanya di database mereka dan menjualnya kembali padamu per kursi, per bulan. KOL List dibeli lewat Lynk, membaca angka saat kamu memang sedang membuka profilnya, lalu menaruh hasilnya di spreadsheet-mu — tempat laporan klien memang dibuat. Tidak ada database pihak ketiga di tengah-tengah.
Bagaimana cara mendapatkannya?
KOL List dijual sebagai produk digital lewat Lynk. Setelah pembelian kamu menerima ekstensi Chrome-nya beserta KOL Manager — pasangan spreadsheet-nya — dan panduan pemasangan langkah demi langkah. Pemasangannya sekitar lima menit: muat ekstensi di Chrome, pasang KOL Manager di Google Sheets milikmu, sambungkan keduanya dengan token.

Hari ini terakhir kalinya kamu mengetik angka KOL.

Dapatkan KOL List di Lynk, pasang di Chrome, dan profil berikutnya yang kamu buka langsung terhitung — lengkap dengan rekap tiap post yang masuk sheet sendiri.